5 Hal Penting yang Harus Anda Perhatikan dalam Performance Appraisal Salesman di tahun 2020

performance-appraisal-salesman-advotics

5 Hal Penting yang Harus Anda Perhatikan dalam Performance Appraisal Salesman

Pandemi 2020 telah memaksa banyak perusahaan untuk mengevaluasi kembali proses bisnis mereka, salah satunya adalah tinjauan kinerja salesman (performance appraisal/ performance review). Disrupsi ini menyebabkan perubahan yang signifikan di market dan demand customer. Strategi target perusahaan yang telah diestimasi dari beberapa tahun sebelumnya mungkin menjadi tidak relevan.    

Di sisi lain, karyawan perusahaan juga harus mematuhi protokol kesehatan COVID-19 yang membatasi akses tatap muka (meeting in-person) antara supervisor dan tim. Maka dari itu, banyak perusahaan yang harus mulai mengevaluasi karyawan dengan metode performance appraisal yang lebih dinamis untuk mempertimbangkan situasi pandemi. 

1. Metrik kuantitatif dari aktivitas sehari-hari salesman

KPI (Key Performance Indicator) merupakan sistem indikator manajemen yang bertujuan untuk memotivasi perusahaan dan karyawannya. KPI dapat diukur dan disepakati sebelumnya untuk mencerminkan tingkat pencapaian target sebuah perusahaan. Dengan metrik berbasis aktivitas, perusahaan dapat menyaring dan memberi feedback objektif untuk karyawan dalam meraih target mereka.  

Metrik penilaian karyawan dapat dikumpulkan dari aktivitas yang mereka lakukan sehari-hari. Seperti jumlah kunjungan ke toko, pemesanan produk, pendaftaran outlet baru (NOO), dan lainnya dapat dikumpulkan dan dinilai masuk ke dalam target parameter karyawan masing-masing. 

Advotics-custom-KPI-parameter
Advotics Custom KPI Parameter

Sebagai supervisor atau manajer, Anda harus mengetahui KPI mana yang penting bagi perusahaan dan cara melacaknya secara efektif. System management tool seperti Advotics dapat mempermudah pemantauan kinerja karyawan dan semua metriksnya.   

Selain memonitor dan mendata semua aktivitas salesman, sistem juga dapat menyesuaikan parameter KPI sesuai dengan periodenya, areanya, karyawannya atau variabel lainnya. Target KPI yang adjustable sangatlah penting, terutama ketika kondisi bisnis mengalami naik turun karena adanya pandemi.    

Untuk performance appraisal yang lebih optimal, perusahaan juga bisa mengadakannya lebih sering dengan target jangka pendek untuk memfasilitasi kondisi bisnis yang tidak menentu. Target KPI dapat diatur dari tahunan menjadi per kuartal, dari kuartal menjadi bulanan.

2. Penilaian soft skill yang kualitatif 

Namun, target kuantitatif tidaklah cukup. Sales team juga membutuhkan soft skill yang bagus untuk menjadi salesman yang hebat. Maka dari itu, manajer harus selalu memberikan feedback yang membangun untuk meningkatkan kinerja salesman tanpa menghilangkan kepercayaan diri mereka.  

Menilai soft skill karyawan adalah hal yang tidak mudah. Tetapi, beberapa soft skill yang penting untuk perkembangan bisnis perusahaan, contohnya:

  • Membangun hubungan yang erat dengan klien
  • Manajemen waktu yang baik
  • Berpikir kritis dan adaptasi cepat dalam pemecahan masalah
  • Inovatif dan tidak buta teknologi
  • Kolaboratif dengan karyawan lain
  • Ambisius dan motivasi diri yang tinggi   

Kinerja soft skill bisa dinilai melalui survey form yang diisi oleh supervisor langsung, sesama karyawan atau bahkan dari form kepuasan pelanggan. Alternatif sumber penilaian soft-skill karyawan menjadi penting ketika interaksi langsung 1 on 1 antara supervisor dan tim terbatas. Setelah itu, metriks soft-skill dapat dikombinasikan dengan metrik kuantitatif dari KPI untuk menilai performa karyawan secara menyeluruh.

3. Platform yang transparan untuk self-service target review

Performance appraisal biasanya dilakukan paling sering per kuartal atau triwulan, maka dari itu, salesman tidak bisa hanya bergantung dengan menunggu report tersebut untuk memantau target KPI mereka sendiri. 

Target-KPI
Target KPI
Rapor-per-Triwulan
Rapor per Triwulan

Dengan sistem Advotics, tidak hanya supervisor dan manajer yang dapat melihat data performa. Karyawan juga dapat melihat progress KPI dari mobile application mereka sendiri agar mereka dapat lebih sering memotivasi diri untuk lebih ambisius dalam mencapai target. 

4. Dashboard visual untuk semua metrik

Terkadang, supervisor dan manajer perlu melihat metrik khusus untuk memperbaiki masalah yang mereka hadapi. Seringkali, mereka juga perlu menyimpulkan pernyataan strategi berdasarkan semua metrik yang telah dikumpulkan. Inilah mengapa perusahaan membutuhkan sistem metrik yang terukur secara real-time sehingga supervisor dan manajer dapat memantau performa sales dengan sekali pandang.

Advotics-Sales-Dashboard
Advotics Sales Dashboard

Visibilitas metrik di dashboard Advotics dapat disesuaikan untuk menyederhanakan dashboard dan melacak metrik yang paling penting untuk perusahaan. Hal ini dapat mempermudah Anda dalam memvisualisasikan data yang tepat untuk menilai kinerja tim dan performa perusahaan secara keseluruhan.    

Selain itu, dashboard Advotics juga dapat melihat jumlah total sales, informasi customer, performance tim sales atau distributor per area (workgroup performance), kehadiran karyawan, produk insights, retensi bulanan customer, dan lainnya. Dengan menerapkan filter periode, Anda dapat mengubah laporan sesuai dengan tanggal yang dipilih. Sistem Advotics bertujuan untuk membantu perusahaan dalam melihat dengan cepat dan jelas data yang dibutuhkan.

Baca lebih lanjut: Mengapa Distribution Performance Management Penting?

5. Temukan pain points dan jadikan kegagalan sebagai bagian dari kesuksesan

Bahkan dengan sistem yang paling canggih dan ambisi karyawan yang tinggi, kadang Anda tidak dapat menghindari hal negatif sepenuhnya. Terimalah kegagalan tersebut dan libatkan tim sales dalam proses menemukan solusinya dengan basis data-data.   

Beberapa pain point penjualan akan terlihat lebih jelas daripada yang lain, dan seringkali masalah yang paling sulit dikenali itulah yang memiliki efek terbesar pada kinerja penjualan. Misalnya, jika kinerja tim sales masih terbuang banyak untuk mengerjakan tugas administrasi, ada mungkinnya mereka belum menggunakan sistem management tool dan operasional lainnya secara potensi penuh.   

Share :