Apa itu Effective Call? Bagaimana Cara Meningkatkannya?

effective call untuk salesman

Apa itu Effective Call? Bagaimana Cara Meningkatkannya?

Table of Contents

Bagi perusahaan, khususnya di bidang distribusi, sales call merupakan salah satu kunci dalam meningkatkan penjualan. Sales call terjadi ketika salesman mengunjungi saluran distribusi atau lokasi penjualan, baik itu grosir, retail maupun outlet. Namun, terdapat satu hal yang jauh lebih penting dari sales call, yaitu bagaimana membuat sales call menjadi effective call.

Apa Itu Effective Call?

Effective call merupakan salah satu indikator penentu produktivitas salesman, yaitu ketika sales call yang dilakukan salesman menghasilkan transaksi, baik itu penjualan, penagihan, maupun transaksi lainnya. Namun, ada beberapa perusahaan yang menerapkan syarat tertentu untuk menentukan apakah kunjungan yang dilakukan efektif, seperti misalnya minimal terjadi transaksi produk tertentu atau transaksi dengan jumlah tertentu.

Untuk membuat sales call menjadi effective call tentu tidaklah mudah. Berikut beberapa tips yang dapat membantumu.

konersi sales call menjadi effective call

Tips untuk meningkatkan effective call

1. Buat call plan atau rencana kunjungan

Call plan merupakan strategi distribusi untuk memaksimalkan area penjualan. 

Call plan dapat dibuat dengan menentukan seberapa banyak area yang dapat di-cover oleh salesman, menentukan area dengan potensi penjualan terbesar, menentukan frekuensi kunjungan, hingga mengatur jadwal terbaik kapan toko akan dikunjungi baik harian, mingguan, maupun jam kunjungan. 

Dengan call plan yang detail, salesman dapat lebih fokus dan bekerja dengan optimal dalam mencapai target penjualan.

2. Buat rute kunjungan salesman

Selain membuat call plan, rute perjalanan kunjungan juga harus dipertimbangkan. Urutan lokasi yang perlu dikunjungi perlu dioptimalkan untuk mengurangi waktu salesman di jalan. Lokasi outlet yang berdekatan perlu dikunjungi terlebih dahulu sebelum pindah ke lokasi outlet yang lebih jauh.

Dengan kemajuan teknologi saat ini, Anda dapat membuat perencanaan rute paling efisien dengan sistem manajemen rute Advotics. Mulai dari rencana rute harian hingga pengoptimalan jarak perjalanan, semua dibuat secara otomatis.

3. Maksimalkan jumlah kunjungan

Semakin banyak jumlah kunjungan yang dilakukan, kemungkinan terjadinya effective call juga semakin besar. Jika dalam satu hari salesman bisa mendapatkan 4 effective call dengan mengunjungi 6 outlet, maka dengan presentasi yang sama, salesman dapat menghasilkan 8 effective call dengan mengunjungi 12 outlet.

4. Manfaatkan program promosi

Pelanggan mungkin tertarik dengan produk yang ditawarkan salesman, namun, bisa saja dengan berbagai kemungkinan, mereka merasa “belum butuh”. Program promosi dapat membuat mereka berpikir ulang dan merasa sayang untuk melewatkannya. “Kapan lagi?”

Salesman dapat memanfaatkan program promosi yang ada, seperti misalnya potongan harga, free gift, diskon dengan minimal pembelian tertentu.

5. Jaga hubungan baik dengan pelanggan

Berikan pelayanan dan jalin hubungan sebaik mungkin dengan pelanggan. Buat mereka merasa akrab. Lakukan kunjungan rutin, minta feedback dari pelanggan, dengarkan keluhan dan sebisa mungkin beri solusi dari masalah tersebut. 

Kepuasan pelanggan sangat berpengaruh terhadap effective call, jika pelanggan merasa puas dengan pelayanan salesman, tak diragukan lagi mereka akan terus melakukan repeat order. 

6. Pantau dan evaluasi

Selalu pantau kontribusi outlet terhadap transaksi. Lakukan evaluasi terhadap outlet yang minim transaksi. Apakah mereka beralih ke kompetitor? Apakah pelayanan kurang memuaskan? Cari tahu penyebabnya dan susun strategi dengan lebih matang. Jika memang outlet tidak berkontribusi, kurangi fokus ke outlet tersebut dan fokus pada outlet yang berkontribusi lebih besar.

Lakukan juga evaluasi secara keseluruhan untuk pengembangan strategi serta rencana selanjutnya. Evaluasi dapat dilakukan secara periodik. 

Meskipun dalam kondisi serba terbatas karena pandemi, dengan teknologi Anda tetap dapat memaksimalkan penjualan menggunakan Distribution Management System serta Advocate Relationship Management dari Advotics. 

Share: