5 Alasan Pelanggan “Menolak” Penawaranmu dan Cara Menghadapinya

cara menghadapi penolakan penawaran oleh pelanggan

5 Alasan Pelanggan “Menolak” Penawaranmu dan Cara Menghadapinya

Table of Contents

Dalam dunia penjualan, penolakan merupakan hal yang lazim terjadi. Penolakan penawaran dapat dipengaruhi oleh banyak faktor. Bisa berasal dari produkmu, dari pelanggan, ataupun dari faktor lain yang membuat mereka berpikir ulang untuk melakukan transaksi. Namun, sebagai seorang sales, Anda harus siap menghadapinya. Walaupun hal ini mungkin membuatmu resah dan putus asa, Anda harus bisa menerima dan membiasakan diri dengan penolakan tersebut. 

Namun, bagaimana jika Anda telah melakukan segala cara, mulai dari pemasaran yang menarik hingga produk yang inovatif, tetapi pelanggan masih enggan membeli produk Anda? Berikut ini beberapa sebab produkmu gagal terjual serta cara mengatasinya.

Mengapa pelanggan menolak penawaranmu? Bagaimana cara menghadapinya?

1. “Terlalu mahal”…. “Belum masuk kantong”

Ya, ungkapan ini pasti familiar di kupingmu. Memang, harga merupakan salah satu faktor utama penawaranmu ditolak. Pelanggan mungkin menemukan alternatif lain yang lebih terjangkau. Namun, akan sulit jika harus menjadi harga terendah dari semua kompetitor. Alih-alih perang harga, coba paparkan apa yang membuat produkmu “beda” dan unggul. Jabarkan manfaat yang akan mereka dapatkan jika membeli produkmu.

2. “Saya kurang suka…..”

Anda telah merancang produk sebaik mungkin, namun mungkin, masih perlu perbaikan. Misalnya dari segi packaging, mungkin produk Anda terlihat menarik dan estetik, namun ternyata, membuat pelanggan susah saat ingin menggunakannya. Atau mungkin saja pelanggan kurang puas dengan pelayanan Anda sebelumnya sehingga membuat mereka ragu untuk re-order

Dalam kasus ini, Anda harus sering melakukan survei dan evaluasi. Cari tahu apa saja yang kurang dari pelayanan maupun produk. Teruslah berinovasi dan kembangkan produk agar bisa menjadi solusi yang dibutuhkan dan memudahkan pelanggan sambil terus meningkatkan pelayanan yang lebih baik dan lebih cekatan. 

cara menghadapi penolakan penawaran oleh pelanggan

3. “Produk apa ya?”… “Brand apa ini?”

Jika bisnis Anda merupakan pendatang baru, pelanggan mungkin masih belum mengenal produk atau brand-mu. Mereka masih mempertanyakan kredibilitas dan reputasi perusahaan Anda. Anda bisa memanfaatkan teknologi yang ada seperti komunitas online, sosial media, website, iklan, atau platform lainnya. Buat konten yang menarik dan menghibur. Sering-seringlah berinteraksi dengan pelanggan. Luangkan waktu Anda untuk menjalin hubungan baik agar mereka percaya dengan produk yang Anda tawarkan.

4. “Saya lebih suka produk lain”

Dalam membuat produk yang dapat bersaing, memang memerlukan tenaga ekstra. Selain harus membuat produk yang inovatif, Anda juga harus selalu memantau posisi produk Anda di pasaran agar dapat mem-personalize pemasarannya. Penting juga bagi anda untuk selalu update produk kompetitor. Cermati apa yang membuat produk kompetitor disukai pelanggan. Pastikan produkmu memiliki hal tersebut dan keunggulan lebih dibanding produk kompetitor. Amati. Tiru. Modifikasi. 

5. “Masih banyak stok”…… “Nanti dulu deh”

Bagaimana pelanggan akan tertarik untuk membeli produkmu, jika mereka merasa tidak bisa menjualnya lagi? Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk memastikan pelanggan memahami produkmu dengan baik dan dapat menjadikannya produk yang menarik untuk didorong ke pasaran. 

Anda juga bisa membuat berbagai promo menarik yang membuat pelanggan merasa sayang atau atau rugi jika melewatkannya. Misalnya, potongan harga, hadiah menarik, gratis biaya ongkir (jika ada pengiriman), atau free service selama satu tahun. Jangan lupa berikan batas waktu agar timbul perasaan “harus beli sekarang”.

Penolakan-penolakan di atas memang tidak dapat dihindari. Namun, jika ditangani dengan tepat, justru dapat menjadi pelajaran yang akan membantumu menjadi lebih siap di kemudian hari. Pahami alasan dan tanda-tanda penolakan, rancang strategi baru untuk langkah selanjutnya. 

Selain membuat menemukan strategi yang tepat, berikut beberapa hal penting yang juga dapat membantu Anda mengantisipasi terjadinya penolakan dan mengoptimalkan penjualan:

  • Pelajari dan pahami produk sedalam mungkin
  • Selalu optimis dan kuatkan mental
  • Pastikan produkmu mudah diakses (online maupun offline)
  • Selalu evaluasi secara rutin
  • Bersikap proaktif dan cekatan
Share: