KPI Supply Chain: 7 Indikator untuk Mengevaluasi Kinerja Rantai Pasok
KPI supply chain adalah indikator kinerja rantai pasok. Pelajari 7 KPI utama seperti perfect order, fill rate, OTIF, DSI, dan inventory turnover beserta rumusnya.
Oleh Tim Advotics · · Diperbarui · 3 menit baca

Ringkasan
- KPI supply chain adalah indikator terukur untuk menilai apakah rantai pasok berjalan sesuai rencana — dari pemenuhan pesanan sampai efisiensi persediaan.
- Tujuh KPI yang umum dipakai: perfect order fulfillment, fill rate, OTIF, customer order cycle time, days sales of inventory, inventory turnover, dan akurasi stok.
- Pilih sedikit KPI yang paling berpengaruh ke pelanggan dan biaya, ukur dengan rumus yang konsisten, lalu tinjau secara rutin.
- KPI hanya bisa dipercaya jika data pesanan, stok, dan pengiriman tercatat otomatis di satu sistem.
KPI supply chain adalah indikator terukur untuk menilai apakah rantai pasok berjalan sesuai rencana — mulai dari seberapa lengkap dan tepat waktu pesanan dipenuhi, sampai seberapa efisien persediaan dikelola. Tanpa KPI, evaluasi rantai pasok hanya berdasarkan perasaan; dengan KPI, masalah bisa ditemukan dan diperbaiki sebelum pelanggan merasakannya.
Artikel ini membahas tujuh KPI supply chain yang paling umum dipakai, lengkap dengan rumusnya.
Apa saja KPI supply chain yang penting?
| KPI | Mengukur | Rumus dasar |
|---|---|---|
| Perfect order fulfillment | Pesanan tanpa masalah sama sekali | (total pesanan − pesanan bermasalah) ÷ total pesanan × 100% |
| Fill rate | Permintaan yang terpenuhi dari stok | jumlah terpenuhi ÷ jumlah dipesan × 100% |
| OTIF (on-time in-full) | Pesanan tepat waktu dan lengkap | pesanan tepat waktu & lengkap ÷ total pesanan × 100% |
| Customer order cycle time | Waktu dari pesan sampai diterima | rata-rata (tanggal diterima − tanggal pesan) |
| Days sales of inventory (DSI) | Berapa hari stok bertahan | rata-rata persediaan ÷ HPP × 365 |
| Inventory turnover | Berapa kali stok berputar | HPP ÷ rata-rata persediaan |
| Akurasi stok | Kecocokan catatan dan fisik | jumlah item yang cocok ÷ jumlah item yang dihitung × 100% |
1. Perfect order fulfillment
Persentase pesanan yang dikirim tanpa masalah apa pun: lengkap sesuai jumlah, tepat waktu, tidak rusak, dan dokumennya (surat jalan, invoice) benar. Ini KPI paling ketat karena satu kesalahan saja membuat pesanan dihitung gagal.
2. Fill rate
Persentase permintaan yang bisa langsung dipenuhi dari stok yang tersedia. Fill rate bisa diukur per pesanan, per baris item, atau per unit. Pembahasan lengkap ada di artikel Fill Rate.
3. OTIF (on-time in-full)
Persentase pesanan yang tiba tepat waktu dan lengkap sekaligus. OTIF banyak dipakai oleh jaringan ritel modern untuk menilai pemasoknya.
4. Customer order cycle time
Rata-rata waktu sejak pelanggan memesan sampai barang diterima. Di dalamnya ada waktu memproses pesanan, menyiapkan barang di gudang, dan pengiriman. KPI ini langsung terasa oleh pelanggan.
5. Days sales of inventory (DSI)
Rata-rata jumlah hari persediaan bertahan sebelum terjual. DSI yang terlalu tinggi berarti modal tertahan di gudang; terlalu rendah berisiko kehabisan stok.
6. Inventory turnover
Berapa kali persediaan terjual dan diganti dalam satu periode, biasanya setahun. Semakin tinggi, semakin cepat persediaan berubah menjadi penjualan — dengan catatan fill rate tetap terjaga.
7. Akurasi stok
Persentase item yang jumlah fisiknya cocok dengan catatan sistem, diukur saat stock opname atau cycle count. Akurasi stok yang rendah membuat semua KPI lain ikut tidak bisa dipercaya.
Bagaimana menerapkan KPI supply chain?
- Pilih sedikit KPI yang paling berdampak ke pelanggan dan biaya — tidak perlu semuanya sekaligus.
- Tetapkan definisi dan rumus yang konsisten, misalnya apa yang dianggap "tepat waktu".
- Tentukan target per segmen, karena pelanggan dan produk prioritas bisa punya target berbeda.
- Tinjau secara rutin — mingguan untuk KPI operasional, bulanan atau kuartalan untuk KPI persediaan.
- Telusuri akar masalah saat KPI turun: di gudang, di pengiriman, atau di pemasok?
Bagaimana memantau KPI supply chain secara otomatis?
KPI hanya bisa dipercaya jika datanya tercatat otomatis, bukan direkap manual dari berbagai spreadsheet. Dengan Distribution Advotics, sales order, stok, delivery order, dan invoice terhubung dalam satu alur, sehingga pesanan yang terlambat atau tidak lengkap langsung terlihat. Warehouse Advotics mencatat stok per SKU dan lokasi untuk KPI persediaan, sementara Delivery Plan Advotics mencatat bukti kirim dengan waktu dan lokasi untuk mengukur ketepatan pengiriman.
Pelajari juga dasar pengelolaan persediaan di artikel Manajemen Inventory. Ingin KPI rantai pasok Anda terpantau real-time? Hubungi tim Advotics.
Pertanyaan umum
Apa itu KPI supply chain?
KPI supply chain adalah indikator kinerja utama yang dipakai untuk mengukur efektivitas dan efisiensi rantai pasok, misalnya seberapa lengkap dan tepat waktu pesanan dipenuhi dan seberapa cepat persediaan berputar.
Apa saja contoh KPI supply chain?
Contoh yang umum: perfect order fulfillment, fill rate, on-time in-full (OTIF), customer order cycle time, days sales of inventory (DSI), inventory turnover, dan akurasi stok.
Bagaimana rumus perfect order fulfillment?
Perfect order fulfillment = (total pesanan − pesanan bermasalah) ÷ total pesanan × 100%. Pesanan dianggap bermasalah jika tidak lengkap, terlambat, rusak, atau dokumennya tidak sesuai.
Apa bedanya inventory turnover dan days sales of inventory?
Inventory turnover menghitung berapa kali persediaan terjual dalam satu periode (HPP ÷ rata-rata persediaan). Days sales of inventory menghitung berapa hari rata-rata persediaan bertahan sebelum terjual (rata-rata persediaan ÷ HPP × 365). Keduanya mengukur hal yang sama dari sisi berbeda.
Berapa banyak KPI yang sebaiknya dipantau?
Mulailah dengan sedikit KPI yang paling berdampak ke pelanggan dan biaya — misalnya fill rate, OTIF, dan inventory turnover — lalu tambah seiring data dan proses makin matang.


