Dengan lebih dari 100 cabang yang tersebar di berbagai penjuru Indonesia, tantangan utama masih berkutat pada manajemen tenaga kerja khususnya salesman. Menurut Sales/Business Development Manager PT DGW, Bayu Pramudya, terdapat 2 masalah utama, yaitu:
1. Proses Administrasi Manual
Masalah administrasi manual yang dihadapi oleh PT DGW yang paling utama adalah proses pembuatan sales order (SO). Sebelumnya, ketika terdapat pesanan saat salesman melakukan kunjungan ke toko customer, salesman harus membuat SO secara manual kemudian melaporkannya satu per satu ke admin melalui aplikasi chat, untuk kemudian dicatat oleh admin.
Yang kedua, penagihan (collection). Ketika toko (customer) melakukan pembelian, perusahaan biasanya memberikan jangka waktu tertentu kepada konsumen untuk melakukan pembayaran sebelum jatuh tempo (term of payment (TOP)). Saat penagihan, salesman menggunakan kwitansi untuk tanda terima pembayaran yang kemudian akan dilaporkan ke admin untuk kemudian dicatat dan dicek apakah uang pembayaran tersebut telah masuk ke kas perusahaan.
Proses manual ini memakan waktu yang cukup lama, mengurangi efektivitas kunjungan sales ke toko, dan meningkatkan risiko kesalahan data atau penipuan oleh salesman. Kondisi ini mengakibatkan proses administrasi menjadi tidak efisien dan rentan terhadap kesalahan atau kecurangan. Salesman harus meluangkan waktu untuk menulis sales order dan tanda terima pembayaran secara manual di setiap kunjungan ke toko, menghabiskan waktu yang seharusnya dapat digunakan untuk berinteraksi lebih banyak dengan pelanggan.
2. Sulitnya Monitor Aktivitas Lapangan
Sulitnya memantau aktivitas di luar kantor (lapangan) memang sudah menjadi masalah langganan, terutama oleh bisnis yang memiliki banyak salesman, kurir, dan tenaga kerja lainnya yang tersebar di berbagai daerah.
Sebelumnya, jadwal kunjungan salesman PT DGW yang tidak tercatat secara sistematis menjadi kendala yang signifikan. Tanpa sistem yang tepat untuk mencatat jadwal kunjungan, PT DGW kesulitan mengontrol produktivitas harian dan mingguan salesman serta tidak dapat memantau penjualan secara real-time. Dampaknya, perusahaan kesulitan dalam mengambil keputusan strategis yang cepat dan tepat karena kurangnya data yang akurat dan terkini.
Selain itu, tanpa sistem yang terstruktur untuk mencatat jadwal kunjungan, pengelolaan waktu menjadi tidak optimal, dan peluang untuk mengatur strategi penjualan yang lebih baik pun terlewatkan. Hal ini tidak hanya mempengaruhi efektivitas tim sales, tetapi juga berdampak pada kinerja perusahaan secara keseluruhan karena kurangnya visibilitas terhadap data penjualan yang paling up-to-date.
Dengan Advotics, PT DGW berhasil membuat proses administrasi mereka menjadi jauh lebih efisien serta lebih mudah men-track kinerja tenaga lapangan. Bagaimana caranya?
Optimalkan Aktivitas Lapangan PT Dharma Guna Wibawa dengan Distribution Management System Advotics