Solusi Teknologi Advotics Membantu Tim Danone Indonesia Mendapatkan Penghargaan Global Best Excellence in Execution

Klien Advotics, Danone Indonesia, baru saja mendapatkan Danone Global Best Practice Award yang diselenggarakan di Amsterdam. Kami mewawancarai Ardhi Hiang Sawak (Ardhi), Channel manager of Digital & E-commerce di Danone Early Life Nutrition, untuk membahas tentang peran Advotics’ dalam pengembangan proyek yang mendapatkan penghargaan, DELA

Q:Selamat karena telah mendapatkan penghargaan! bisakah Anda menjelaskan sedikit tentang acara tersebut dan winning project yang dimenangkan oleh Danone Indonesia

A: Setiap tahun, Danone Global akan mengadakan acara untuk menghargai hasil kerja yang luar biasa dari tim sales. Kami menghadapi Danone Early Life Nutrition CBU (Country Business Unit) di seluruh dunia dan berhasil mendapatkan gelar “Best Excellence in Execution” untuk Proyek DELA. DELA adalah platform yang kami kembangkan bersama dengan Advotics, yang memungkinkan kami berkomunikasi secara langsung dengan para pengecer susu bubuk kami melalui aplikasi seluler. Selain itu, dengan menggunakan DELA, para pengecer dapat ikut ambil bagian dalam program kampanye pemasaran & loyalitas kami, dari perolehan poin, peninjauan dashboard, dan penebusan hadiah. Para pengecer juga dapat memesan produk secara langsung ke para distributornya melalui DELA.

Q: Apa yang dinilai oleh Komite Penilaian tentang Proyek DELA?

A: Mereka melihat DELA sebagai metode terobosan untuk mengikutsertakan outlet tradisional. Di antara 4 finalis dari Spanyol, Perancis, dan Argentina, hanya proyek kami yang menggunakan teknologi sebagai pusat dari inovasi kami. Selain itu, kami menerima respon yang positif dari para pemilik toko yang kami dekati selama masa uji coba DELA, yang ditunjukan dengan kesediaan mereka untuk memakai aplikasi kami.

Q: Apa yang menjadi kendala operasional Anda yang coba diselesaikan oleh Danone dengan mengikutsertakan Advotics?

A: Untuk merek susu bubuk kami sendiri (SGM, Bebelac, Nutrilon Royal), Danone memiliki sekitar 80.000+ outlets yang tersebar diseluruh Indonesia. Namun, merchandiser kami, para frontliner untuk program pemasaran kami, hanya dapat menangani sebesar ~10% dari keseluruhan outlet tersebut. Kemudian, kami bertanya pada diri kami sendiri, “Bagaimana kami dapat meningkatkan cakupan ritel tanpa harus menambah tenaga kerja?”

Program loyalitas kami yang lama memerlukan pemberitahuan offline, pengumpulan data ritel dan penjualan manual dari para distributor, dan berbagai pekerjaan excel. Hal ini membuat manajemen customer lifecycle menjadi tidak efisien dan para pengecer sulit memantau kinerja program loyalitasnya.

Q: Bagaimana solusi Advotics membantu Anda menangani kendala tersebut?

A: Mengingat upaya canvassing secara offline membutuhkan investasi yang sangat besar, dengan memasang DELA, kami mampu mengoptimalkan sumber daya dengan mengganti kebutuhan tenaga kerja dengan sistem software yang efektif.

advotics-danone

Selain itu, dengan menggunakan DELA, kami dapat memusatkan upaya kami untuk memantau display di toko dan meningkatkan loyalitas merek dengan memungkinkan keikut sertaan secara langsung para pengecer melalui loyalty point. Dibandingkan harus meminta para menchandiser mengunjungi toko setiap minggu untuk mengambil dokumentasi gambar dan data, para merchandiser dapat mengurangi frekuensi kunjungannya ke toko dan mengalihkan fokusnya untuk mengenalkan para pengecer ke platform DELA. Saat ini kami sedang menyiapkan peluncuran aplikasi ke outlet general trade secara nasional serta saluran distribusi lainnya, seperti farmasi dan rumah sakit.

Share :
Close Menu